Peran Akuntan Publik dalam Mewujudkan Good Corporate Governance di Pasar Modal Indonesia

Pendahuluan

Tuntutan terhadap terwujudnya good governance di setiap sector, kini semakin gencar dilakukan.  Hal ini diketahui dengan banyaknya penelitian mengenai terjadinya krisis ekonomi di negeri ini, yang ternyata disebabkan oleh buruknya pengelolaan (bad governance) pada sebagian besar pelaku ekonomi (public atau swasta) di Indonesia.

Para pelaku dan pemerintah sering menempatkan pasar modal semata – mata hanya sebagai alat atau media penghimpunan dana pembangunan dan kurang memberikan perhatian pada fungsi – fungsi yang tak kalah pentingnya dari penghimpunan dana. Selain itu pasar modal dapat dimanfaatkan pula untuk penyebaran kepemilikan saham, restrukturisasi usaha, pengembangan good corporate governance dan motor keterbukaan melalui prinsip transparasi dan full disclosure.

Salah satu pelaku ekonomi didalam pasar modal adalah perusahaan – perusahaan yang berbadan hukum Perseroaan Terbatas, dimana untuk mengembangkan usahaanya perusahaan – perusahaan ini dapat menawarkan atau menjual saham kepada masyarakat melalui penawaran perdana saham yang lebih sering disebut Initial Publik Offering (IPO).  IPO ini dilakukan melalui pasar modal lewat bursa efek.

Pemegang saham merupakan pemilik perusahaan yang terpisah dari manajemen perusahaan.  Dimana pihak manajemen perusahaan berkewajiban mempertanggung jawabkan dana yang telah dipercayakan kepada mereka.  Laporan keuangan perusahaan adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengetahui kinerja perusahaan yang dikelola oleh manajemen.  Laporan keuangan tidak hanya digunakan untuk keperluan manajemen perusahaan saja, tetapi juga dimanfaatkan oleh para investor atau pihak luar yang berkepentingan untuk menilai pengelolaan dana yang dilakukan oleh manajemen perusahaan.

Untuk itu pihak manajemen perusahaan memerlukan jasa pihak ketiga agar pertanggung jawaban keuangan yang disajikan kepada pihak luar yang berkepentingan dapat dipercaya.  Demikian pula pihak luar yang berkepentingan untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan yang disajikan dapat dipercaya sebagai pengambilan keputusan memerlukan pula jasa pihak ketiga.  Untuk itu profesi akuntan public diperlukan untuk melakukan audit atas laporan keuangan dan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan oleh manajemen perusahaan dalam Laporan Keuangan.

Permasalahan

Terhadap merebaknya tuntutan terwujudnya good governance didalam perusahaan yang terdaftar di bursa efek, maka profesi akuntan banyak mendapat sorotan.  Sorotan tersebut berkaitan dengan peranan profesi akuntan selama ini dalam ikut serta mewujudkan good governance tersebut.  Dalam kesempatan ini, penulis akan mengeksplorasi peran akuntan public didalam mewujudkan good corporate governance di pasar modal Indonesia.

Pembahasan Masalah

Pasar Modal Indonesia

Pasar modal adalah sumber dana segar jangka panjang.  Keberadaan institusi ini tidak hanya sebagai sumber pembiayaan, tetapi juga sebagai sarana investasi yang melibatkan seluruh potensi dana masyarakat, baik yang tersedia di dalam negeri maupun yang tersedia di luar negeri.

Pasar modal dapat memenuhi kebutuhan dana, baik bagi swasta maupun bagi pemerintah dan BUMN.  Karena hal tersebut, maka perlu adanya optimalisasi dari pasar modal, perlu adanya perhatian serius terhadap pasar modal Indonesia.  Dampak optimalisasi pasar modal adalah terciptanya stabilitas social.  Hal ini terjadi disebabkan karena :

  1. Pasar modal menggunakan prinsip full disclosure, diaman prinsip ini menuntut perusahaan yang go public membuka informasi tentang dirinya secara transparan.  Pengungkapan usaha perusahaan tersebut tidak saja menyangkut soal prospek tapi juga resiko usaha.
  2. Dengan makin banyaknya perusahaan yang masuk ke pasar modal, berarti memberi kesempatan kepada investor kecil untuk ikut memilliki perusahaan lewat pembelian saham.  Sehingga kecemburuan social bisa dikurangi.
  3. Perusahaan yang masuk ke pasar modal itu memberi keuntungan baik secara politis atau ekonomis.  Secara ekonomis, perusahaan yang sudah masuk pasar modal tidak lagi semata – mata tergantung kepada kredit bank, dan dapat melakukan perencanaan keuangan dengan baik dan perusahaan bisa berjalan lebih fleksibel.

Didalam pembiayaan melalui pasar modal memiliki beberapa keuntungan antara lain, yaitu :

  1. Mendapat dana segar yang cukup besar
  2. Keunggulan perusahaan dapat terus terjamin
  3. Perusahaan akan terus terpublikasi
  4. Adanya proses internasionalisasi, karena saham – sahamnya dimiliki oleh investor asing
  5. Perusahaan harus mampu mewujudkan akuntanbilitas public dan memenuhi ketentutan di pasar modal

Pasar Modal Indonesia memiliki tantangan dimasa depan.  Tantangan tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.  Tantangan dari luar negeri adalah adanya perdagangan bebas dan perjanjian antar Negara yang sudah dimulai untuk menjalankan pasar bebas.

Dalam era perdagangan bebas yang dimulai pada tahun 2003 ini, Indonesia sepakat untuk masuk ke era pasar bebas tingkat ASEAN.  Pada tahun 2010 Indonesia masuk pasar bebas negara – negara anggota APEC.  Dengan begitu pasar modal Indonesia menghadapi pergeseran pola investasi dari semula melalui jalur official development assistance dan foreign direct investmenet ke pola portofolio.

Dari hal – hal tersebut diatas maka ada tantangan dan peluang bagi pasar modal Indonesia untuk berkembang secara efisien, sehingga akan menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor lokal maupun investor asing.  Pasar modal Indonesia harus mampu bersaing dengan pasar modal Negara lain.

Dari dalam negeri Indonesia memiliki empat tantangan utama yaitu :

  1. Masih sedikit partisipasi masyarakat yang bermain di pasar modal.
  2. Masih kurangnya likuiditas saham
  3. Kurang meratanya penyebaran saham di pasar domestic
  4. Rendahnya profesionalisme pihak yang terkait di pasar modal, mulai dari regulator, bursa efek, profesi penunjang pasar modal, lembaga penunjang pasar modal, investor dan pihak – pihak lain yang terkait.

Salah satu instrument yang penting didalam pasar modal adalah adanya laporan keuangan dari perusahaan – perusahaan yang listed di bursa efek.  Laporan keuangan yang diberikan perusahaan – perusahaan yang listed di bursa efek dituntut untuk memiliki transparansi yang jelas untuk kepentingan pengguna laporan keuangan tersebut.

Ungkapan transparansi memiliki dua pengertian yaitu, sifat tembus dan kelembahan.  Jika dikaitkan dengan dunia akuntansi, transparansi adalah seberapa jauh pembaca laporan keuangan ataupun pihak – pihak lain yang mempunyai kepentingan terhadap pelaporan keuangan suatu perusahaan mampu untuk membedah kandungan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut.

Tujuan akuntansi keuangan dan laporan keuangan seperti yang terdapat dalam SAK adalah untuk menyediakan informasi keuangan mengenai suatu badan usaha yang akan dipergunakan oleh pihak – pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Pengguna laporan keuangan dapat dikelompokan menjadi dua yaitu pengguna internal dan eksternal.  Pengguna internal adalah manajemen perusahaan maupun karyawan.  Sementara pengguna eksternal adalah pihak kreditur dan para pemegang saham public yang tidak terlibat secara langsung terhadap pelaksanaan kegiatan operasional sehari – hari.

Perusahaan yang ingin menawarkan efeknya di pasar modal akan mengalami perubahan status perusahaan dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka.  Perbedaan yang paling mendasar antara perusahaan public dengan perusahaan yang tidak go public dapat dilihat dibawah ini

No Aspek – aspek Perusahaan tidak go public Perusahaan go public
1. 

2.

3.

4.

5.

6.

Minimum disclosure requirements 

Jumlah pemegang saham

Kewajiban menyampaikan laporan (regular maupun insidentil)

Pemisahan antara pemilik dan manajemen

Turn over pemilikan saham

Tindakan manajemen

 

Tidak mutlak 

Biasanya terbatas

Tidak mutlak

Bukan merupakan kebutuhan mendesak

Rendah

Tidak selalu jadi perhatian masyarakat

Mutlak ditaati 

Lebih dari 300 ornag

Mutlak

Merupakan kebutuhan

Tinggi

Menjadi perhatian masyarakat

Perusahaan yang go public memiliki tanggung jawab yang jauh lebih berat dan harus tunduk kepada peraturan – peraturan pasar modal yang pada umumnya sangat ketat.  Konsekuensi dari hal tersebut maka terdapat perhatian yang besar terhadap pelaporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan.  Hal diatas dapat menciptakan transparansi pelaporan keuangan terhadap perusahaan yang go public.

Transparansi terhadap laporan keuangan, merupakan salah satu bentuk perlindungan dari pemegang saham atau investor.  Berikut ini beberapa alasan tentang pentingnya perlindungan terhadap investor, yaitu :

  • Kesenjangan pemilikan saham, adanya perbedaan komposisi kepemilikian saham public dengan founder, sehingga membuat posisi pemegang saham public menjadi lemah
  • Akses terhadap informasi dan financial resoureces oleh pendiri.  Dimana pemegang saham public memiliki akses yang lebih lambat dibandingkan dengan pendiri perusahaan tersebut.

Dengan alasan – alasan tersebut diatas maka sangat diperlukan perlindungan terhadap investor.

Perusahaan go public dituntut adanya transparansi dan disclosure terhadap laporan keuangan.  Full disclosure terhadap laporan keuangan memiliki manfaat antara lain :

  1. memungkinkan peningkatan penerimaan Negara melalui praktik pelaporan yang sehat dan terbuka
  2. mempercepat perkembangan pasar modal
  3. mempermudah terjadinya flow of funds yang memang dibutuhkan oleh perekonomian Indonesia
  4. mempercepat terciptanya good management practices dan good coporate citizenship

Kedudukan Akuntan Publik di dalam Pasar Modal Indonesia

Untuk menciptakan  full disclosure didalam laporan keuangan emitten, maka dibutuhkan profesi penunjangan yang independens didalam memberikan opininya terhadap kewajaran laporan keuangan yang akan diberikan kepada public.  Profesi penunjang tersebut adalah akuntan public.

Profesi penunjang pasar modal telah diatur dalam UU No 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.  Pasal 80 ayat 1(d) menyatakan :”Profesi penunjang Pasar Modal atau Pihak lain yang memberikan pendapat atau keterangan dan atas persetujuannya dimuat dalam pernyataan pendaftaran, wajib bertanggung jawab, baik sendiri –sendiri maupun bersama –sama atas kerugian yang timbul akibat perbuatan dimaksud”.

Lalu ayat 2, “Pihak sebagaimana di maksud dalam ayat (1) huruf d hanya tertanggung jawab atas pendapat atau keterangan yang diberikannya”.  Sebagai salah satu pelaku pasar modal, profesi penunjang pasar modal turut bertanggung  jawab dalam mengembangkan pasar modal.  Tanggung jawab utama dari profesi penunjang pasar modal adalah membantu emiten dalam proses go public dan memenuhi persyaratan mengenai keterbukaan yang sifatnya terus – menerus.  Untuk melaksanakan tanggung  jawab tersebut, profesi penunjang pasar modal perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai UU No 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya serta ikut bertanggung jawab terhadap kepatuhan dan ketaatan emiten yang menjadi nasabahnya dalam rangka memenuhi ketentuan pasar modal yang berlaku

Dalam kaitan tersebut, independensi profesi penunjang pasar modal sangat penting.  Sehubungan dengan masalah keterbukaan yang harus dilakukan emiten, profesi penunjang pasar modal perlu mengembangkan keahlian untuk membantu calon emiten ataupun emiten dalam mempersiapkan prospectus dan laporan – laporan yang diwajibkan.  Semua informasi harus diungkapkan secara jelas sehingga mudah dimengerti masyarakat.

Salah satu profesi penunjang pasar modal adalah akuntan.  Dimana akuntan berperan dalam mengungkapkan informasi keuangan perusahaan dan memberikan pendapat mengenai kewajaran atas data yang disajikan dalam laporan keuangan.  Laporan keuangan yang disampaikan kepada Bapepam wajib disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku umum.

Dalam melakukan kegiatan, akuntan harus memperhatikan standar akuntansi keuangan yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan praktik akuntansi lainnya yang lazim di pasar modal.

Dalam kaitannya dengan suatu penawaran umum, maka salah satu informasi terpenting yang dimuat dalam setiap pernyataan pendaftaran efek adalah laporan keuangan perusahaan.  Akuntan public memegang peranan kunci dalam menjamin kewajaran penyajian informasi keuangan.

Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), akuntan tidak diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh transaksi yang ada di perusahaan, namun dia perkenankan untuk melakukan pemeriksaan atas dasar sampling.  Dengan demikian harus disadari bahwa laporan keuangan yang disajikan itu, akuntan hanya berperan di didalam memberikan pendapatnya yang menyatakan kewajaran dan buka kebenaran atas laporan keuangan.  Apabila terdapat kesalahan, maka hal ini terlebih dahulu perlu dikaji, apakah kesalahan itu merupakan tanggung jawab akuntan publik atau tidak.  Sepanjang akuntan publik telah melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing yang berlaku, maka akuntan publik yang bersangkutan tidak dapat dibebankan tanggung jawab atas kesalahan tersebut.  Namun apabila dapat dibuktikan bahwa akuntan publik tidak melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing, maka kalau terjadi kesalahan akuntan publik tersebut dapat dimintakan pertanggung jawabannya.  Sebagai tambahan perlu disadari bahwa tanggung jawab akhir terhadap laporan keuangan tetap berada di tangan emiten.

Secara jelas bahwa UU No 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal mengatur arah dan hubungan dari profesi auditor terhadap masyarakat Pasar Modal atas pemberian pernyataan pendapatnya

Pasal 90 secara jelas menyatakan : dalam kegiatan perdagangan Efek setiap Pihak dilarang secara langsung atau tidak langsung :

  1. Menipu atau mengelabui pihak lain dengan menggunakan sarana dan atau cara apapun
  2. Turut serta menipu atau mengelabui pihak lain
  3. Membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta materiil atau tidak mengungkapkan fakta yang materii, agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan mempengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek.

Good Corporate Government

Good corporate government bukan merupakan hal yang baru di Indonesia. Menurut I Putu Ary Suta, 2000 “Corporate governance refers to the set of rules applicable to the direction and control of a company” (Report on the Belgian Commission on corporate Governance).  Dari definisi ini terdapat dua aspek yang penting, yaitu :

1.         Secara internal adanya tuntutan kepada direksi, komisaris dan seluruh tatanan perusahaan untuk mensukseskan tercapainya good management practices.

2.         Secara eksternal adanya dukungan dari pihak luar yang berkepentingan terhadap perusahaan seperti : pemegang saham, terutama controlling interest holders, kreditur, pemerintah ataupun masyarakat luas.

Alasan diperlukannya GCG dilatarbelakangi oleh :

  1. Berkembangnya equity market, terutama di negara – negara maju mengharuskan bagi perusahaan dan pelaku pasar lain – lainnya untuk lebih transparan, fair dan terbuka dalam pembuatan keputusan perusahaan.
  2. Adanya kompetisi yang semakin tajam terhadap sumber – sumber kuangan yang dikelola oleh dana pensiun, asuransi, mutual funds, dan institusi – institusi keuangan lainnya.
  3. Semakin meningkatnya keterlibatan masyarakat (stakeholders) baik langsung maupun tidak langsung, dalam kaitannya dengan lingkungan hidup, tenaga kerja, penggunaan dana masyarakat, pajak dan lain – lain, akan mengharuskan perusahaan untuk mengembangkan GCG.
  4. Adanya keharusan dari pemerintah terutama yang terkait dengan regulated industry seperti pasar modal, perbankan dan industri – industri penting lainnya.

Didalam menerapkan dan menciptakan GCG di kehidupan perusahaan memerlukan beberapa landasan yang penting, antara lain :

  1. Didalam menerapkan GCG harus adanya accountability yang jelas bagi pengelola perusahaan.  Direksi dan komisaris yang menerima amanat dari RUPS harus melaksanakan dengan baik tanggung jawab tersebut.  Tanggung jawab tersebut mencakup operasi perusahan maupun tanggung jawab keuangan.  Hal ini memerlukan adanya aturan main yang jelas mengatur hak dan kewajiban setiap pengelola perusahaan.
  2. GCG memerlukan direksi yang independensi yang memadai terutama berkaitan dengan pencapaian tujuan dari perusahaan secara keseluruhan.  Dimana harus dapat dipastikan bahwa direksi yang bekerja semata – mata untuk perusahaan dan bukan untuk kepentingan pribadinya.  Untuk tercipta independensi tersebut harus dihindari adanya conflict of interest.
  3. GCG memerlukan adanya penyebaran informasi yang diperlukan (full disclosure).  Informasi yang diperlukan oleh stakeholders meliputi informasi penting dan relevan termasuk informasi tentang operasi perusahaan dan informasi keuangan
  4. GCG memerlukan adanya audit committee untuk meningkatkan kualitas laporan dan objektivitas penilaian kinerja perusahaan. Audit ini harus dilakukan oleh pihak yang independen.

Mengingat kondisi perekonomian Indonesia belum pulih dari krisis ekonomi, maka masih diperlukan dana untuk membangun perekonomian Indonesia.  Oleh karena itu, didalam penerapan GCG harus dimulai dari kebutuhan pasar (market oriented).  Dimana pasar membutuhkan fairness dan transparansi, yang dituangkan dalam standar yang umum berlaku dan diterima dunia international.  Penerapan standar international di sini sangat berat, tetapi bagi perusahaan yang telah go public memiliki keharusan untuk melakukan transparansi didalam pengelolan perusahaan.

Menurut Robert A.D. Mongks dan Nell Minow dalam “Corporate Governance”, adalah pemegang saham, manajemen (dipimpin oleh chief executive officer) dan the boards of directors.  Selanjutnya untuk dapat melaksanakan CG dengan baik maka harus dipenuhi prinsip – prinsip dasarnya yang meliputi : transparansi, integritas, akuntabilitas, keadilan, dan responsibilitas. (media akuntansi No.7 2000)

Menurut Laporan Cadbury (1992), mencantumkan prinsip utama CG hanya terdiri dari keterbukaan, integritas dan akuntabilitas.  Sedangkan Organization for Economic Cooperation dan Development (OECD) menyatakan terdapat lima prinsip CG, yaitu : perlindungan terhadap hak – hak pemegang saham, perlakuan yang adil terhadap seluruh pemegang saham, peranan stakeholders dalam corporate governance, keterbukaan dan transparansi dan peranan board of directors dalam perusahaan.

Peran Akuntan Publik terhadap terciptanya GCG di Pasar Modal

Akuntan public memiliki peran yang sangat strategis dan penting didalam pasar modal.  Hal tersebut dapat dilihat dalam bagan proses GCG dalam perusahaan (Media Akuntansi No 7/Th.1.Maret 2000) sebagai berikut :

Sistem Pengendalian Manajemen (SPM)

Akuntan Manajemen

Pelaksanaan

Laporan Manajemen

Manajemen Letter

Dewan Komisaris

KAP/BPKP

Pengawasan

Internal Auditor

Dari bagan tersebut diatas dapat dilihat beberapa langkah sebagai berikut :

a.       Akuntan manajemen mendisain konsep SPM

b.      Pelaksanaan SPM itu sendiri.  Apakah sesuai dengan desain yang telah dibuat oleh akuntan manajemen? Pelaksanaan ini dilaporkan ke manajemen

c.       Akuntan manajemen membuat laporan manajemen yang mencerminkan pelaksanaan SPM

d.      Hasil laporan manajemen digunakan sebagai bahan pengawasan oleh internal auditor maupun eksternal auditor, seperti KAP (untuk perusahaan public) atau BPKP (BUMN).  Apabila ada kelemahan SPM dan atau pelaksanaannya maka KAP/BPKP akan membuat management letter yang disampaikan ke manajemen/direksi.

Posisi akuntan public sebagai pengawas dari laporan keuangan yang dihasilkan dari kinerja perusahaan, yang nantinya akan digunakan untuk kepentingan stakeholder, atau apabila perusahaan tersebut akan listed di bursa efek Indonesia.   Dimana perusahaan yang akan go public harus diaudit oleh Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Bapepam.  Oleh karena itu, akuntan public berperan sangat penting didalam mewujudkan good corporate governance di bursa efek, agar tercipta transparency dan accountability dari laporan keuangan yang di listed di bursa efek.

Kesimpulan

Pasar modal adalah sumber dana segar jangka panjang.  Keberadaan institusi ini tidak hanya sebagai sumber pembiayaan, tetapi juga sebagai sarana investasi yang melibatkan seluruh potensi dana masyarakat, baik yang tersedia di dalam negeri maupun yang tersedia di luar negeri.

Profesi akuntan public secara khusus hanya sebagai profesi penunjang pasar modal. Profesi ini dibutuhkan karena public pasar modal menginginkan suatu profesi independent yang tidak memihak siapapun, sehingga laporan keuangan yang telah diaudit dapat digunakan oleh pemegang saham atau pihak – pihak yang membutuhkan agar informasi yang didapatkan dari laporan keuangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Keterlibatan akuntan public didalam mewujudkan good corporate governance hanya sebatas memberikan pendapatnya terhadap laporan keuangan hasil audit , dimana akuntan public akan memberikan audit report terhadap laporan keuangan tersebut.  Secara tidak langsung akuntan public ikut serta mewujudkan good corporate governance didalam pasar modal dengan mengedapankan transparansi dan full disclosure terhadap kinerja perusahaan tersebut, sehingga diharapkan laporan keuangan tersebut tidak mengandung informasi yang dapat menyesatkan penggunanya.

Didalam menerapkan dan menciptakan GCG di kehidupan perusahaan memerlukan beberapa landasan yang penting, antara lain :

  1. Didalam menerapkan GCG harus adanya accountability yang jelas bagi pengelola perusahaan
  2. GCG memerlukan direksi yang independensi yang memadai terutama berkaitan dengan pencapaian tujuan dari perusahaan secara keseluruhan.
  3. GCG memerlukan adanya penyebaran informasi yang diperlukan (full disclosure).  Informasi yang diperlukan oleh stakeholders meliputi informasi penting dan relevan termasuk informasi tentang operasi perusahaan dan informasi keuangan
  4. GCG memerlukan adanya audit committee untuk meningkatkan kualitas laporan dan objektivitas penilaian kinerja perusahaan. Audit ini harus dilakukan oleh pihak yang independen

Daftar Pustaka

Media Akuntansi, No 7/Th.1/2000, hal 5

Media Akuntansi, No 17/Th.VII/2001. hal 2

Suta, Ary.IPG. Menuju Pasar Modal Modern, Cetakan Pertama. Jakarta :Yayasan Sad Satria Bhakti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s